PERTUKARAN DOSEN DALAM PEMBELAJARAN PRODI PPKn, UNIVERSITAS PAMULANG DENGAN PRODI PPKn, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU (UMB)
Published on: 5 Jan 2026

Pendidikan
Universitas Pamulang (UNPAM) melalui Program Studi Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan (PPKn) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan
mutu pendidikan tinggi melalui pelaksanaan kegiatan pertukaran dosen dengan
Program Studi PPKn Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB). Kegiatan ini
dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Agreement (MoA) yang
telah disepakati oleh kedua institusi sebagai bentuk kerja sama strategis di
bidang tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan
pengajaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 14 November 2025 melalui
daring.

Program pertukaran dosen ini bertujuan untuk memperkaya wawasan
akademik, memperluas jejaring keilmuan, serta meningkatkan kualitas
pembelajaran melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini,
dosen-dosen PPKn dari Universitas Pamulang berkesempatan untuk mengajar dan
berbagi keahlian di Universitas Muhammadiyah Bengkulu, begitu pula sebaliknya,
sehingga tercipta pertukaran gagasan, metode pembelajaran, dan perspektif
keilmuan yang konstruktif.
Dalam pelaksanaannya, dosen Prodi PPKn Universitas Pamulang mengampu
beberapa mata kuliah yang relevan dengan pengembangan kompetensi mahasiswa PPKn
di Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Mata kuliah tersebut meliputi Ilmu
Negara, Kriminologi dan Kenakalan Remaja, Hukum Internasional, serta Hukum
Pidana. Keempat mata kuliah ini dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan
capaian pembelajaran lulusan PPKn, khususnya dalam membentuk calon pendidik dan
warga negara yang memiliki pemahaman mendalam mengenai sistem kenegaraan,
hukum, serta dinamika sosial kemasyarakatan.
Mata kuliah Ilmu Negara disampaikan oleh Abdul. Chaidir Marasabesy,
S.Sos.,M.Pd. Melalui pembelajaran tersebut, mahasiswa diajak untuk memahami
konsep dasar negara, unsur-unsur pembentuk negara, teori-teori kedaulatan,
serta hubungan antara negara dan warga negara dalam konteks demokrasi modern.
Dosen pengampu menyampaikan materi secara interaktif dengan mengaitkan teori
dengan fenomena ketatanegaraan yang berkembang di Indonesia maupun di tingkat
global, sehingga mahasiswa memperoleh pemahaman yang komprehensif dan
kontekstual.
Selain itu, mata kuliah Kriminologi dan Kenakalan Remaja yaitu
perkuliahan disampaiakn oleh Dr. Herdi Wisman Jaya, S.Pd., MH, juga mendapat
perhatian khusus mengingat urgensinya dalam menjawab berbagai persoalan sosial
yang dihadapi generasi muda saat ini. Dalam perkuliahan ini, mahasiswa dibekali
pemahaman mengenai faktor-faktor penyebab kejahatan, bentuk-bentuk kenakalan
remaja, serta upaya preventif dan represif dalam penanggulangannya. Pendekatan
pembelajaran yang digunakan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga analitis
dan reflektif, dengan mendorong mahasiswa untuk mengkaji kasus-kasus nyata yang
terjadi di masyarakat. Kemudian, Pada mata kuliah Hukum Internasional, materi
disampaikan oleh Sulastri, S,Pd., MH, mahasiswa diajak untuk memahami posisi
Indonesia dalam percaturan global, termasuk keterlibatan Indonesia dalam
organisasi internasional dan penyelesaian sengketa internasional. Pembelajaran
ini diharapkan dapat menumbuhkan wawasan global serta kesadaran akan pentingnya
hukum internasional dalam menjaga perdamaian dan keadilan dunia.
Sementara itu,
mata kuliah Hukum Pidana dilaksanakan oleh Setiawati, S.Pd., M.H, materi yang
disampaikan mengenai mengenai asas-asas hukum pidana, tindak pidana,
pertanggungjawaban pidana, serta sistem pemidanaan di Indonesia. Melalui
perkuliahan ini, mahasiswa PPKn diharapkan memiliki pemahaman yang kuat
mengenai aspek hukum yang berkaitan dengan penegakan keadilan, sehingga mampu
mengintegrasikan nilai-nilai hukum dalam praktik pendidikan kewarganegaraan.
Pelaksanaan program pertukaran dosen ini mendapat sambutan positif dari
civitas akademika Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Mahasiswa menilai
kehadiran dosen dari Universitas Pamulang memberikan nuansa baru dalam proses
pembelajaran, baik dari segi penyampaian materi, metode pengajaran, maupun
sudut pandang keilmuan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan
budaya akademik yang kolaboratif dan inklusif.
Secara keseluruhan, program pertukaran dosen Prodi PPKn Universitas
Pamulang dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu merupakan wujud nyata
implementasi kerja sama antarperguruan tinggi yang berorientasi pada
peningkatan kualitas pendidikan. Melalui landasan MoA yang telah disepakati,
diharapkan kerja sama ini tidak hanya berhenti pada kegiatan pertukaran dosen,
tetapi juga berkembang ke bidang penelitian bersama, pengabdian kepada
masyarakat, serta pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan
demikian, kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan PPKn yang
berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta siap berkontribusi bagi masyarakat,
bangsa, dan negara.
red/Etihayati




