Harus Bisa Apa?’ Jadi Pertanyaan Maut di Seminar Kurikulum OBE Unpam 2025!
Published on: 23 Jul 2025

Pendidikan
Tangerang Selatan, 22 Mei 2025 – Universitas
Pamulang (Unpam) sukses menyelenggarakan Seminar Pendidikan Tinggi 2025 pada
Kamis, 22 Mei 2025, melalui platform telekonferensi. Seminar yang mengangkat
tema “Kurikulum Pendidikan Tinggi dengan Pendekatan Outcome Based Education
(OBE) untuk Mewujudkan Visi Unpam sebagai Pusat Pendidikan” ini dihadiri oleh
jajaran pimpinan universitas, para kepala program studi, dan staf pengajar.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari
Ketua Yayasan Sasmita Jaya, Dr. Pranoto, S.E., M.M. Beliau menyampaikan
kebanggaannya atas perkembangan Unpam dan menegaskan komitmen yayasan untuk
terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Dalam sambutannya yang khas,
Dr. Pranoto menyampaikan, “Unpam memberikan biaya kuliah seperti Pertalite, dan
fasilitas seperti Pertamax,” yang menggambarkan kualitas pendidikan tinggi yang
terjangkau namun tetap mumpuni di Unpam.
Setelah sambutan dari Ketua Yayasan,
giliran Rektor Unpam Bapak Dr. E. Nurzaman AM., M.M., M.Si. untuk memberikan
arahannya terkait pentingnya adaptasi kurikulum OBE. Beliau menekankan bahwa
implementasi OBE merupakan langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang
tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan dan
kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Momen kebersamaan juga
diabadikan melalui sesi foto bersama antara pimpinan universitas dan para
Kepala Program Studi (Kaprodi). Foto ini melambangkan sinergi dan komitmen
seluruh elemen akademik Unpam dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis OBE.

Sesi inti dari seminar ini adalah pemaparan materi oleh pemateri utama, Dr. Ir. Syamsul Arifin., M.T. Beliau menyampaikan materi yang komprehensif mengenai “Pendekatan Proses Pembelajaran Inovatif dan Interaktif” dalam konteks OBE. Dr. Syamsul Arifin menyoroti bahwa adopsi OBE di jenjang pendidikan tinggi di Indonesia memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan jenjang pendidikan sebelumnya.
“Paradigma OBE adalah ‘harus bisa apa’,”
tegas Dr. Syamsul Arifin, merujuk pada pemikiran Spady, yang dikenal sebagai
Bapak OBE. Beliau menjelaskan bahwa dalam konteks OBE, setiap program studi
perlu menyusun kompetensi yang jelas serta menciptakan link and match dengan
kebutuhan industri. Lebih lanjut, Dr. Syamsul Arifin memaparkan tentang
pentingnya membedakan antara output, outcome, dan impact dalam merancang
kurikulum.

Sesi ini juga mendorong para peserta untuk merenungkan pertanyaan mendasar dalam perancangan kurikulum OBE, yaitu:
Jadi apa lulusan kita?
Mampu melakukan apa lulusan kita?
Apa yang perlu dipelajari mahasiswa untuk
mencapai hal tersebut?

Seminar Pendidikan Tinggi 2025 ini
diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan mendorong
implementasi kurikulum OBE secara efektif di seluruh program studi di Unpam.
Dengan demikian, visi Unpam sebagai pusat pendidikan yang unggul dan relevan
dapat segera terwujud.





