Kajian Ilmiah Pendidikan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi

 by Teleconference google meetSelasa 19 Mei 2020 pk. 13.00-15.00

Program Studi Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pamulang di Tengah Pandemi Covid-19 telah melaksanakan Kajian Ilmiah Pendidikan melalui webinar. Yulita Pujilestari.,MH sebagai ketua pelaksana webinar  mengatakan Tema pembahasan yang diangkat pada webinar pertama “Pendidikan Pengelolaan PAUD Holistik Integratif” yang telah dilaksanakan pada senin 11 Mei 2020 dengan Narasumber Kepala Balai Pengembangan PAUD dan DIKMAS Sumatera Selatan Dr. Sugianto, S.IP dan diikuti oleh 108 Peserta dari berbagai PAUD, TK, SD dan beberapa Perguruan Tinggi baik dari Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, Lampung dan lainya.

Selanjutnya,Yulita menjelaskan agar tidak terjadinya kekosongan kegiatan pada prodi PPKn Unpam ini dilaksanakan kembali kegiatan Webinar Nasional kedua pada Selasa 19 Mei 2020 dengan tema “Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi” dan Narasumber Dr. Akhirudin, SH, S.Pd, M.Pd, Beliau berdinas di Pusat Pengembangan  dan  Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bisnis dan Pariwisata (PPPPTK BISPAR), Ditjen  Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud. Webinar diikuti oleh 121 Peserta dari berbagai SD, SMP dan SMA dan beberapa Perguruan Tinggi baik dari Tangerang Selatan, Pulau Jawa, Kalimantan, Banten, dan Lampung.

Webinar  dipandu Moderator, yaitu Herdi Wisman Jaya, S.Pd, MH dan MC oleh Ichwani Siti Utami, S.Pd, MH. Kemudian, secara resmi acara dibuka oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Bapak Drs. Alinurdin,M.Pd yang memberikan sambutan sekaligus pembukaan, Beliau mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan webinar kedua yang dilaksanakan ditengah pandemi covid-19, kajian ilmiah ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi keprofesionalan sebagai guru. Ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Hal ini, tentunya harus dikembangkan dan dibina terus bagi guru agar mampu membina para peserta didik di Seluruh Indonesia.

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Narasumber, Dr. Akhirudin, SH, S.Pd, M.Pd, Beliau memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Universitas Pamulang, terutama Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang tetap konsisten walaupun ditengah pandemi covid-19 untuk melaksanakan webinar yang kedua kalinya. Selanjutnya, Beliau memulai pemaparan materi mengenai bahwa Guru yang professional yaitu seperti yang ditegaskan dalam Undang-undang No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Berkaitan dengan kompetensi professional, dimana dalam hal ini Guru SMK yang harus mampu menjadikan luaran bagi lulusan peserta didiknya mempunyai kompetensi yang berstandar kompetensi kerja Nasional Indonesia, begitu peserta didik itu lulus dari SMK, dia sudah memiliki standar kompetensi kerja nasional dan sudah mampu beradaptasi dan siap bekerja di dunia usaha atau dunia industri. Oleh karena itu, guru harus mempunyai kemampuan untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional dan mengelola proses pembelajaran di kelas yang tentunya guru tersebut harus mempunyai sertifikat pendidik. Kemudian mengenai kompetensi pedagogik yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Jadi, kenapa guru itu harus punya kualifikasi sertifikat pendidik dalam rangka mendukung tugasnya sebagai guru agar berkompeten di bidangnya. Adapun yang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu treatment-nya melalui uji kompetensi guru (UKG).

Beliau juga memaparkan UKG yang dilaksanakan tentunya menjadi tantangan yang luar biasa bagi teman-teman guru yang berada dipelosok yang tidak punya jaringann internet. Apalagi pada saat sekarang di tengah pandemi sudah hampir dua bulan guru harus melaksanakan proses pembelajaran melalui online, bagi guru yang berada di pusat perkotaan masih bersyukur masih bisa bertatap muka melalu online dan seperti saat ini dapat terus belajar mengkaji ilmu dengan narasumber-narasumber secara online bisa melalu aplikasi zoom atau yang lainnya. Kondisi saat ini, yang harus mengharuskan belajar dan bekerja dari rumah kalua guru tidak mempunyai kemampuan dalam mengemas materi pembelajan dapat mengakibatkan stres, bukan hanya gurunya, tetapi orang tuanya juga sama-sama ikut stres. Dalam proses ini, yang mungkin dikiranya mudah mengajar ternyata susah juga, tentunya guru harus terus meningkatkan kompetensinya, yaitu bagaimana mengemas proses pembelajaran yang tidak hanya manual, tetapi mampu menggunakan berbagai media yang harus dilakukan dalam rangka kita menyikapi proses pembelajaran di abad 21 ini. Peningkatan kompetensi guru tentunya harus banyak melibatkan berbagai komponen antara lain masyarakat kemudian pemerintah daerah dan juga asosiasi profesi guru.

Kemudian, mengenai peningkatan kompetensi keprofesian, bapak ibu guru baik itu guru TK, guru SD SMP SMA SMK bisa mengakses di portal SIM PKB, disitu banyak informasi informasi terkait dengan modul yang bisa pelajari terkait dengan peningkatan keprofesian berkelanjutan, mengenai proses pembelajaran online maupun offline, selanjutnya mengenai bagaimana pembelajaran online, proses post test maupun hasil post test dan penilaian secara online dan offline. Peningkatan pengembangan keprofesian berkelanjutan ini merupakan siklus yang prosesnya harus diikuti dan dilalui sebagai kompetensi guru melalui Pendidikan pelatihan. Selain itu, melalui kelompok MGMP guru bisa berdiskusi melalui online untuk saat ini, mengenai terobosan-terobosan maupun permasalahan-permasalahan yang terjadi sesuai wilayahnya. Begitupun dengan kebijakan pelaksanaan sistem zonasi pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) yang masih relatif baru, tentunya banyak permasalahan yang muncul di masyarakat yaitu orang tua, dalam hal ini kelompok MGMP bisa fokus mengelola dan meningkatkan kompetensinya karena dengan sistem zonasi guru diharapkan telah memahami situasi dan lingkungan dengan baik, yang nantinya diharapkan dapat berdampak positif pada proses pelayanan Pendidikan yang merata dan berkeadilan bagi setiap warga negara.

Penulis : Eti Hayati.,M.Pd

Foto : Sri Utaminingsih.,MH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *