COMPARATIVE STUDY OF CHARACTER EDUCATION IN VARIOUS COUNTRIES

PERBANDINGAN PENDIDIKAN KARAKTER DI BERBAGAI NEGARA

Dipertengahan semester genap tahun ajaran 2020/2021 ini tepatnya 1 April 2021, prodi PPKn UNPAM kembali mengadakan kegiatan webinar kali ini webinar Internasional dengan tema “COMPARATIVE STUDY OF CHARACTER EDUCATION IN VARIOUS COUNTRIES” tema yang diambil sangat menarik karena dalam kegiatan webinar ini, panitia mengundang pembicara lintas negara, yakni Mr. Ahmad Ubaedilah M A, Ph. D atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, Dr Muhammad Farid Maruf  atase Pendidikan KBRI Riyadh, dan Dr. Lili Nuralili Atase Pendidikan KBRI Manila (2017-2020).

Acara webinar ini diikuti oleh sekitar 850 peserta, tidak hanya dari internal prodi PPKn UNPAM saja diantaranya Mahasiswa Pascasarjana Unpam, Mahasiswa FH, Manajemen dan dari para guru di tangerang selatan, acara ini juga dihadiri oleh ketua Yayasan Sasmita Jaya Group dan jajaran struktural yang berada di bawah naungan Yayasan Sasmita Group, Karena tema yang diambil sangat menarik, peserta dari luar Prodi PPKn UNPAM pun banyak yang mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 diawali dengan registrasi peserta, lalu pembukaan yang dilakukan oleh Ibu Yulita Pujilestari, S.H, M.H, selaku ketua pelaksana kegiatan dan MC, dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. selanjutnya pembacaan doa yang dipimpin oleh H. Rohman Abdurohman, MA (dosen PPKn UNPAM), dan dilanjutkan dengan laporan oleh ketua Program Studi Pendidikan pancasila dan Kewarganegaraan, Bapak Drs. H. Alinurdin, M.Pd. dalam laporannya, kaprodi PPKn menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan webinar internasional ini adalah untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang pendidikan karakter di di berbagai negara.

Sambutan kedua disampaikan oleh Rektor UNPAM, Bapak Dr. E. Nurzaman, AM, M.M, M.Si, sekaligus membuka kegiatan webinar ini. Dalam sambutannya Rektor menyampaikan bahwa sangat mengapresiasi kegiatan ini, apalagi kegiatan ini bertaraf internasional, sehingga akan meningkatkan nilai lembaga UNPAM di mata masyarakat Internasional. Pada dasarnya pendidikan karakter dapat dikatakan sebagai usaha manusia secara sadar dan terencana dalam hal mendidik sekaligus memberdayakan peserta didik dengan tujuan membangun karakter pribadi peserta didik. Tentu saja hal ini dilakukan agar nantinya peserta didik menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang banyak. pendidikan karakter merupakan pendidikan dengan pendekatan langsung pada peserta didik dengan tujuan menanamkan nilai moral sehingga dapat mencegah perilaku yang dilarang.

Setelah sambutan-sambutan disampaikan oleh rektor, acara dilanjutkan dengan Pemateri dari KBRI Malaysia Dr. Muhammad Farid Maruf ( Atdikbud – KBRI Malaysia),

Nilai-nilai Pendidikan karakter menggarisbawahi bahwa kepentingan bangsa dan negara adalah di atas kepentingan diri dan kelompok semata. Untuk memperoleh pemahaman tersebut, yang harus menjadi perhatian adalah cara berpikir dan bersikap, serta kepedulian. Seseorang dengan karakter nasionalis akan mengapresiasi kebudayaan bangsanya, kemudian menjaga dan menghormati kekayaan budaya tersebut. Pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, namun juga pembentukan karakter menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat.

Penyampaian materi pertama oleh Ahmad Ubaedilah , MA, Ph. D ( Atdikbud – KBRI Riyadh). Adapun materi yang disampaikan berkaitan dengan Pendidikan karakter di Saudi Arabia.

Pendidikan karakter dalam dokumen kebijakan Pendidikan Saudi Arabia dimuat dalam bab pertama tentang pondasi umum Pendidikan di Saudi Arabia, dan Bab kedua tentang tujuan umum Pendidikan di Saudi Arabia

Diatara point penting dalam Bab pertama adalah pondasi keimanan kepada Allah, solidaritas sosial, menghormati hak-hak orang lain. Pada bab ini lebih spesifik, sebab yang ditekankan adalah memahami agama sebagai pondasi dalam kehidupan berbangsa. Pemahaman islam dengan pemahaman yang benar, membentuk perilaku yang positif, dan membentuk cara berfikir yang moderat.

Karena pada dasarnya,islam adalah agama yang membawa keberkahan, tidak hanya bagi agama islam, namun juga bagi seluruh umat di seluuruh dunia. Dalam konteks pndidikan budi pekerti di Saudi Arabia juga sama, yakni menyayangi sesame manusia, dilarang sakit menyakiti, dan mejaga hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan mahluk lainnya.

6 enam Pendidikan pokok dalam karakter penddikan di Saudi Arabia

  1. Bertakwa kepada Alah
  2. Tanggung  jawab
  3. Moderat
  4. Penghargaan diri
  5. Passion for knowledge
  6. Apresiasi dan kemahiran bekerja

Pemateri yang terakhir disampaikan oleh DR.Hj.Lili Nurlaili,M.Ed (Dosen Prodi PPKn Unpam / Atdikbud KBRI Manila (2017-2020) )

Pendidikan karakter di filiphina:

Di Philiphina Pendidikan dari mulai taman kanak kanak sudah gratis sampai dengan sekolah menegah atas, Pendidikan karakter disana bernama Esp adalah salah satu mata pelajaran yang merupakan bagian dari kurikulum Dep Ed K-12. Setiap tingkatan kelas wajib mengkuti Pendidikan ini.  penialain hasil belajar pun harus berpegang teguh pada ketentuan DepEd Order No 8 dtk 2015, sama halnya seperti pembelajaran di Indonesia.

Di Filiphina, pendekatan utama dalam Pendidikan karakter digunakan dalam konsep pengajaran adalah keputusan etis dengan pembelajaran sosial emosional, dan perencanaan kursus akademik. Mengetahui detail situasidan pertimbangan yang cermat tentang nilai-nilai moral dalam berbagai macam situasi di kehidupan sehari-hari dan kesadaran orang atau kelompok akan terpengaruh oleh keputusan tersebut.

Kompetensi khusus EsP di Philipina yakni agar siswa paham tentang konsep dan kerja dengan menunjukan kewajiban pribadi,keluarga, cinta keluarga/komunitas dan bangsa serta kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menuju kehidupan baik dan menyenangkan.

Pada tahapan berikutnya grade 4-6 kompetensi khusus EsP pada siswa paham dalam konsep menunjukan kewajiban pribadi, keluarga, cinta keduanya, dalam negara/dunia dan untuk Tuhan menuju kebaikan universal.

Pada tahap grade 7-10 siswa menunjukan pemahaman tentang konsep tanggung jawab pribadi, kepribadian manusia, keluarga, persekutuan yang dilakukan untuk kebaikan bersama.

Untuk kepala sekolah, kepala sekolah harus menugaskan seorang guru mata pelajaran untuk menangani ESP, dan tidak mengampu mata pelajaran lain.

Sebelum acara ini berakhir, panitia memberikan kesempatan kepada audien untuk melakukan sesi tanya jawab yang dipandu oleh ibu Ichwani Siti Utami selaku moderator

Kegiatan ini berakhir pukul 12.00 dan secara resmi ditutup oleh ketua pelaksana ibu Yulita Pujilestari.

Dari pemaparan materi yang sudah disampaikan oleh pembicara bertaraf internasional tersebut, mudah-mudahan akan menambah wawasan dan keilmuan kita tentang pentingnya Pendidikan karakter, karena pada dasarnya Pendidikan karakter merupakan salah satu dasar yang menjadikan negara kita menjadi negara maju yang beradab.

Penulis / Foto : Amelia Haryanti,MH / Sri Utaminingsih,MH.,M.MPd

Publisher : Yulita Pujilestari.,MH