Seleksi “Potential Mapping Class” Mahasiswa
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

( Kamis-Jumat, Tanggal 2-3 januari 2020 Kampus Unpam Viktor , Lt.4)

Potential Mapping Class atau diskusi kelompok terarah adalah suatu proses pengumpulan informasi suatu masalah tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok (Irwanto, 1998). Kemudian wawancara dari sekelompok kecil orang yang dipimpin oleh seorang narasumber atau moderator yang secara halus mendorong peserta untuk berani berbicara terbuka dan spontan tentang hal yang dianggap penting yang berhubungan dengan topik diskusi saat itu, lalu FGD sangat penting karena Interaksi diantara peserta merupakan dasar untuk memperoleh informasi. Peserta mempunyai kesempatan yang sama untuk mengajukan dan memberikan pernyataan, menanggapi, komentar maupun mengajukan pertanyaan. Kemudian yang sangat  perlu di perhatikan adalah Minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu”. Oleh karena itu minat merupakan aspek psikis yang dimiliki seseorang yang menimbulkan rasa suka atau tertarik terhadap sesuatu dan mampu mempengaruhi tindakan orang tersebut. Minat mempunyai hubungan yang erat dengan dorongan dalam diri individu yang kemudian menimbulkan keinginan untuk berpartisipasi atau terlibat pada suatu yang diminatinya. Seseorang yang berminat pada suatu obyek maka akan cenderung merasa senang bila berkecimpung di dalam obyek tersebut sehingga cenderung akan memperhatikan perhatian yang besar terhadap obyek, Minat menjadi guru yaitu suatu kesediaan jiwa atau keinginan seseorang untuk menekuni suatu profesi guru, dimana profesi guru ini memiliki peranan dan kompetensi profesional serta memerlukan keahlian khusus sebagai seorang guru. Minat menjadi guru mempunyai indikator-indikator sebagai berikut : 1. Kognisi 2. Emosi 3.Konasi

Perhatian yang diberikan tersebut dapat diwujudkan dengan rasa ingin tahu dan mempelajari obyek tersebut. Untuk meningkatkan minat, Maka Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di tahun baru 2020 ini meneruskan suatu agenda besar dan sudah menjadi Program di awal untuk melakukan  Potential Mapping Class pada seluruh mahasiswa/I semester I ( satu ) dari seluruh reguler A, B dan C yang ada di PPKn saat ini yang terbagi dari sesi 1 tanggal 2 Januari 2020 serta sesi ke 2 yaitu tanggal 3 Januari 2020 yang tersebar dari 9 Kelas setiap sesi dan di ikuti oleh mentor dosen yang telah di tunjuk serta kerja sama dengan Devisi Konsling dari Universitas pamulang di Pimpin oleh Ibu Derita Qurbani, S.PSi.,M.M dkk. Dekan FKIP sekaligus Kaprodi PPKn Drs.H. Alinurdin, M.Pd ketika di Tanya tentang program ini menjelaskan, sebetulnya dalam dunia pendidikan penilaian merupakan suatu hal yang sangat penting dilakukan, oleh karean itu kata beliau lagi suatu tujuan pasti ada hasil yang akan di capai dan untuk mengetahuinya apakah tujuan itu sudah sesuai apa belum dengan yang di rencanakan dan apakah sudah sesuai dengan apa yang telah kita programkan sebelumnya maka di perlukan adanya assesmen untuk mengukur hal tersebut secara komprehensif dan berkala serta berkelanjutan, Imbuhnya. Sekretaris Prodi PPKn Ibu Ichwani Siti Utami, S.Pd.,M.H yang menjadi Koordinator lapangan Potential Mapping Class menjelaskan kegiatan ini sangat penting agar meminimalisir mahasiswa agar tidak DO yang sebagian besar karena materi kuliah tidak sesuai dengan yang dibayangkan, kurang bimbingan dari dosen, dan memang tidak menyukai jurusan yang sedang diambil, Jika sudah jelas dengan apa yang disukai sejak awal, hal ini bukanlah masalah untuk dapat di atasi, katanya! Menurut Cronbach ( 1990 ) assesmen di artikan sebagai suatu prosedur yang sistematik untuk mengobserrvasi dan mendeskripsikan perilaku ( sampel perilaku ) dengan mengunakan skala numeric atau kategori yang sudah di tetapakan sebelumnya. Kemudian Smith ( 2002 ) juga berpendapat mengenai assemen adalah suatu penilaian yang komprehensif dan melibatkan anggota tim untuk mengetahi suatu kelemahan dan kekuatan yang mana hal keputusannya dapat di gunakan untuk layanan pendidikan yang di butuhkan mahasiswa sebagai dasar untuk menyusun  suatu rancangan pembelajaran.

Ibu Derita Qurbani, juga menjelaskan dalam bidang Bimbingan Konsling assesmen ada dua pokok yang menjadi perhatian khusus di antaranya; satu assesmen lingkungan yaitu Kampus, dosen, staf, Sapras kampus dan tentunya kebijakan-kebijakan yang di ambil oleh kampus. Lalu yang ke dua Kebutuhan mahasiswa yang menyangkut karakteristik mahasiswa seperti aspek-aspek fisik ( kesehatan ), kecerdasan, motif belajar, sikap, kebiasaan belajar, minat ( pekerjaan, olehraga, seni, budaya, jurusan, keagamaan ) yang menyangkut masalah-maslah yang di alami oleh mahasiswa missal kepribadian, tugas-tugas kuliahnya sebgai acuan bidang devisi kami imbuhnya dalam melakukan pelayanan dan bimbingan konsling kepada seluruh mahasiswa di Universitas Pamulang. Beliau juga mengapresiasi ini Potential Mapping Class di mulai dan pertama kali di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terutama di Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan akan menjadi roll model ke depan bagi Fakukltas dan Prodi yang lain di universitas Pamulang ke depan katanya.

Dalam assesmen teknik tes hanya digunakan oleh sebagian konselor yang telah memiliki sertifikasi untuk menggunakan assesmen teknik tes psikopedagogis. Adapun pengertian assesmen teknik tes menurut Cronbach (1960) menyatakan tes merupakan prosedur sistematis untuk membandingkan tingkah laku dua orang atau lebih, dan pada tahun (1970-1997) beliau menyempurnakan pengertian tes sebagai prosedur sistematis yang digunakan untuk mengobservasi dan menggambarkan tingkah laku dengan menggunakan bantuan skala angka atau kategori tertentu. Jenis- jenis assesmen teknik tes yaitu :

  1. Tes kecerdasan (inteligensi), Adalah tes untuk mengukur kecerdasan, kemampuan umum (IQ) konseli yang dipandang sangat besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar. Misalnya dalam tes masuk kelas unggulan atau akselerasi. Sekolah akan memberikan tes IQ untuk peserta didiknya dalam proses penyaringan untuk menghasilkan peserta didik (siswa) yang diharapkan.
  2. Tes bakat, Konsep bakat muncul ada rasa tidak puas terhadap hasil tes inteligensi yang hanya mengukur kemampuan umum dan menghasilkan skor berupa IQ. Tes bakat digunakan untuk mengetahui bakat yang ada dalam diri seseorang. Misalnya untuk mengasah kemampuan siswa dalam bidang non-akademik seperti olahraga, kesenian dan lain-lain. Secara lahiriyah peserta didik tersebut sudah mempunyai bakat, sehingga hanya perlu pengembangan.
  3. Tes minat, Adalah tes mengungkap kecenderungan aspek-aspek individu yang bersifat non-kemampuan, seperti kecenderungan reaksi emosi, sikap, sosiabilitas dan sebagainya. Tes ini merupakan tes yang mengukur kegiatan/kesibukan macam apa yang paling disukai seseorang. Misalnya seseorang berminat mengikuti ekstra olahraga basket namun ia belum bisa, akan tetapi dia punya kemauan yang tinggi untuk belajar. Dan ia terus menerus melakukan kegiatan tersebut sehingga itu merupakan salah satu kecenderungan yang ia minati.

Menurut salah satu satu mentor dosen dari PPKn bapak Suanto, S.Pd.,MH kegiatan Potential Mapping Class cukup baik untuk mengetahui potensi mahasiswa agar cara ini dapat mengetahui kepribadian serta bakat dan minat yang ada di mahasiswa guna memetakan dan melihat kemampuan yang ada di program studi, kemudian bakat dan minat ini dapat meluruskan permasalahan utama mengenai bakat dan minat ini.

Semoga dengan adanya Potential Mapping Class dapat menemukan dan dapat memberikan tujuan pasti dan  hasil yang akan di capai dan untuk mengetahuinya apakah tujuan itu sudah sesuai apa belum dengan yang di rencanakan oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pamulang.Semoga. Amin.

Penulis/Photo : Herdi Wisman Jaya, S.Pd.,M.H.,CT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *