pembelajaran-khusus

Sesuai Surat Undangan dari Ketua Pusat Layanan Disabilitas Universita Pamulang Nomor.035/VII/PLD/2019 untuk semua Ketua Program Studi di Lingkungan Universitas Pamulang dan STMIK Eresha mengenai Sosialisasi Kegiatan Pengembangan Inovasi Pembelajaran Khusus pada Rabu, 1 Agustus 2019 yang akan di teliti lanjutan sesuai Penelitian Dosen Pemula (PDP) oleh Ibu Nisak Ruwah Ibnatur Husnul, M.Pd dan Ibu Lisda Fitriana Masitoh, M.Pd.

Acara di buka langsung oleh Warek I Universitas Pamulang sekaligus ketua STMIK Eresha Dr. H. Rasmadi, M.Pd yang menyampaikan suatu tantangan yang tidak mudah dan perlu di dampingi serta di dukung oleh lembaga terutama dalam pengembangan inovasi pembelajaran di peruntukan bagi mahasiswa penyandang Disabilitas terutama mata kuliah eksak seperti Matematika, Fisika, IPA dan Statistik yang menjadi tantangan baik bagi mahasiswa maupun bagi dosen.

Mahasiswa disabilitas yang sudah berada di beberapa Program Studi di Universitas Pamulang menjadi perhatian khusus bagi lembaga, sehingga acara sosialisasi kegiatan pengembangan inovasi pembelajaran khusus banyak di hadiri oleh ketua Program Studi maupun perwakilan serta dari mahasiswa disabilitas. Lebih lanjut wakil rektor II Dr. Drs. Subarto, M.Pd juga menyampaikan karena sudah menjadi tanggung jawab lembaga untuk berupaya mencari inovasi dan solusi yang bersifat inklusif bagi penyandang disabilitas, serta pendidikan disabilitas dapat di akses secara luas oleh mahasiswa yang berkebutuhan khusus sehingga dapat berdampak positif di lembaga dan bagi masyarakat luas yang menjadi pelanggan lembaga kita.

Kemudian ketua PLD Universitas Pamulang ibu Nani Rusnaeni, SE., MM juga mengapresiasi apa yang di lakukan oleh ibu Nisak dan Lisda yang akan mengembangkan pedoman pembelajaran yang berbasis khusus untuk penyandang disabilitas dan beliau juga akan mendukung serta akan ikut mendampingi proses penelitian ini sampai selesai bersama tim yang ada di PLD Unpam saat ini.

Lebih lanjut pemaparan materi yang di lakukan oleh ibu Nisak dan Lisda juga meyampaikan sesuai dengan Undang-Undang No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas serta Permendikti No. 46 Tahun 2017 tentang Pendidikan Layanan Khusus di Perguruan Tinggi bagi Penyandang Disabilitas seharusnya sudah memberikan layanan seperti yang telah di lakukan oleh lembaga kita saat ini, namun menurut mereka masih sangat sedikit hal di atas di sentuh terutama bidang pendidikannya.

Menurut data mereka baru 70 PTN/PTS di Indonesia yang sudah memberikan Pelayanan Pendidikan bagi penyandang disabilitas yang jumlah mahasiswanya 400 orang yang terdiri dari tuna netra, tuna rungu, tuna daksa serta autis. Jadi pendidikan inklusif sudah saatnya di berikan kepada penyandang disabilitas seperti di amanatkan UU No.8 Th 2016 tersebut. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Penulis dan foto:
Herdi Wisman Jaya, S.Pd., MH., CT
Nani Rusnaeni, SE., MM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *