Diskusi Mahasiswa”Dilema Daring dan Luring”

Diskusi merupakan salah satu strategi yang kerap kali digunakan oleh Mahasiswa untuk menelaah berbagai macam permasalahan yang tengah terjadi, baik di lingkungan sekitar maupun permasalahan yang bersifat universal. Kali ini Diskusi Mahasiswa yang merupakan salah satu program kerja dari HIMA PPKn Universitas Pamulang khususnya pada bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) kembali menghadirkan Diskusi Mahasiswa secara virtual dengan menggunakan media zoom meeting.

Pada hari Sabtu, 31 Juli 2021. Diskusi Mahasiswa yang bertemakan “Dilema Daring dan Luring” dapat diselenggarakan dengan baik. Tema yang diangkat pada diskusi kali ini ditunggangi oleh keresahan berbagai pihak terkait dengan kondisi pendidikan setelah adanya sebaran virus Covid-19. Yang mana kebijakan belajar dari rumah seolah menciptakan permasalahan baru dalam dunia pendidikan.

Diskusi kali ini dihadiri oleh beberapa aktivis Mahasiswa dari berbagai kampus terbaik yang ada di Indonesia diantaranya Dwiki Sandhy yang merupakan Presiden Mahasiswa BEM KM Universitas Sriwijaya, Shella Rachmawaty sebagai pengurus HIMA PPKn Universitas Pamulang, Bayu Satria Utomo seorang Presma BEM KM FISIP Universitas Indonesia, tak lupa seorang Mahasiswi tangguh dari IBI kesatuan Bogor, Sherly Al Fitria. Bukan hanya itu, turut juga hadir bersama kami Bapak Drs. Taryono, M.Si. selaku Kepala Dinas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan.

Acara tersebut dibuka dengan meriah oleh moderator, Salwa Marsela yang merupakan pengurus HIMA PPKn Universitas Pamulang. Pada kesempatan yang sama, turut juga disampaikan semangat dan juga afirmasi positif oleh INEZ sebagai sponsor kegiatan Diskusi Mahasiswa kali ini. Pembukaan acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Nesya Zahra selaku ketua pelaksana. Pada sambutannya Nesya mengucapkan banyak sekali terimakasih kepada semua pihak yang sudah mendukung keberlangsungan acara, ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyajian kegiatan tidak berjalan baik dan masih terdapat banyak sekali kekurangan. Hal yang tidak jauh berbeda dipaparkan oleh ketua umum HIMA PPKn Universitas Pamulang, Deni Saputra. “Pada situasi seperti saat ini, kita memang membutuhkan banyak sekali aspirasi dari berbagai pihak dan semoga kedepannya kita lebih dapat menyuarakan aspirasi tersebut sesuai dengan organisasi yang sedang kita ikuti” pungkas Deni Saputra pada sambutannya.

Ucapan terimakasih juga datang dari pembina HIMA PPKn Universitas Pamulang, Bapak Saepudin Karta Sasmita, S.Pd.,M.Pd. Beliau menambahkan beberapa harapan agar kedepannya setiap kegiatan yang dilakukan dapat bermanfaat untuk semua orang. Selain pembina, Dekan sekaligus Kaprodi dari FKIP PPKn turut memberikan nasihatnya. Beliau menyampaikan bahwasanya kegiatan ini dapat kami (para dosen) pakai untuk evaluasi guna memberikan pembelajaran yang lebih efektif kedepannya.

Sedangkan dalam menanggapi Dilema Daring dan Luring, Pak Taryono mengatakan bahwasanya sangat penting peran orang tua dan karakteristik tenaga pendidik dalam melaksankan pembelajaran daring ini. Kita harus memaknai situasi saat ini sebagai suatu momentum untuk mengembangkan berbagai inovasi yang ada. Pada kesempatan yang sama, Dwiki Sandhy menganggap bahwa pembelajaran daring saat ini dinilai kurang efektif. Banyak kegiatan Mahasiswa yang dibatasi, padahal secara tekhnisnya Mahasiswa perlu hal tersebut.

Namun dalam pandangan Shella Rachmawaty agak sedikit berbeda. Menurutnya  Dalam situasi yang seperti ini, pembelajaran daring memang dirasa paling efektif mengingat hal tersebut adalah satu-satunya cara dalam membantu penekanan laju covid-19. “Sesungguhnya keadaan yang semacam ini memang membuat kita menjadi serba salah” pungkasnya diakhir. Hal yang serupa juga disinggung oleh Sherly, menurutnya situasi saat ini semacam suatu kesempatan untuk keluar dari zona nyaman yang kita punya agar banyak inovasi baru yang tercipta setelah adanya Pandemi Covid-19. Tidak jauh berbeda dengan pembicara lainnya, Bayu juga menambahkan bahwa menurutnya kita harus berdamai dengan Pandemi. Anggaplah Pandemi ini sebagai peluang untuk kita meningkatkan banyak kemampuan khususnya dalam bidang tekhnologi. Setelah para pembicara memberikan pernyataan terkait Dilema Daring dan Luring, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antar Mahasiswa. Terdapat banyak pula pendapat atau berbagai keinginan yang disampaikan. Yang mana hal tersebut semakin menghidupkan suasana diskusi yang sedang berlangsung. Kemudian berbagai tanggapan tersebut disambut baik oleh para Dosen dan juga Kepala Dinas kota Tangerang Selatan. Pada akhir acara tersebut terdapat kalimat penutup yang cukup berkesan yang disampaikan oleh Dwiki Sandhy, “Terlepas dari pembelajaran daring ini, kita harus saling berkolaborasi untuk bersama memperbaiki kualitas yang ada dalam diri, dan semoga apa yang kita inginkan dapat tercapai.”

Penulis Mahasiswa : Maulana Iman Jaya

Pembimbing Mahasiswa : Herdi Wismanjaya

Publisher : Yulita Pujilestari